Temankita.com, Samarinda– Sektor perbankan Kalimantan Timur mengalami kontraksi pada penyaluran kredit korporasisepanjang kuartal II/2025. Kondisi ini terjadi akibat perlambatan kinerja sejumlah sektor usaha utama di daerah tersebut.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim, Budi Widihartanto, menjelaskan kredit korporasi tercatat terkontraksi 3,33 persen secara tahunan (yoy), berbanding terbalik dengan tren pertumbuhan positif pada periode sebelumnya.
“Lebih lanjut, kredit korporasi di Kaltim terkontraksi lebih dalam dibandingkan dengan kredit agregatnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/10/2025).
Meski terjadi penurunan, kualitas kredit dinilai tetap terjaga dengan baik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) sektor korporasi berada pada level rendah, yaitu 1,64 persen.
Namun, pelemahan tidak hanya terjadi di sisi pembiayaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) korporasi juga ikut menyusut 8,17 persen (yoy), terutama akibat turunnya saldo giro hingga 19,40 persen (yoy).
Menurut Budi, fenomena ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan likuiditas pelaku usaha untuk menopang kegiatan operasional, seiring ekspansi sektor industri pengolahan yang tumbuh 15,12 persen (yoy) dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim.
“Komposisi DPK masih didominasi oleh giro sebesar 54,85 persen, diikuti deposito 33,63 persen, dan tabungan 11,52 persen,” katanya.
Berbeda dengan sektor korporasi, kredit rumah tangga justru mencatat pertumbuhan positif 11,94 persen (yoy), meski sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Perlambatan tersebut didorong utamanya oleh penurunan kinerja kredit properti dan kendaraan bermotor di tengah terbatasnya daya beli rumah tangga, tercermin dari tren penurunan Indeks Keyakinan Konsumen,” jelas Budi.
Sementara itu, kredit multiguna yang digunakan untuk kebutuhan rutin mengalami peningkatan signifikan dengan pertumbuhan 11,64 persen (yoy).
Namun, pertumbuhan kredit rumah tangga ini diiringi kenaikan rasio NPL menjadi 2,49 persen, atau sedikit di atas rata-rata Kaltim secara umum. Kredit multiguna mencatat rasio NPL terendah 1,32 persen, sedangkan kredit kendaraan bermotor naik dari 1,87 persen menjadi 2,69 persen.
Secara keseluruhan, BI menilai tren penyaluran kredit di Kaltim masih akan mengalami perbaikan pada kuartal berikutnya, seiring meningkatnya aktivitas industri dan perbaikan konsumsi rumah tangga.(Ar)













Leave a Reply