Sosialisasi Perda Pendidikan Pancasila Digelar di Long Iram, Abdul Rahman Agus Tekankan Penguatan Karakter Kebangsaan

Temankita.com, KUTAI BARAT – Anggota DPRD Kalimantan Timur Daerah Pemilihan Kutai Barat–Mahakam Ulu dari Fraksi PAN, Abdul Rahman Agus, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, di Desa Linggang Muara Leban, Kecamatan Long Iram, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Linggang Muara Leban itu dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat yang antusias mengikuti pemaparan materi terkait penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa Perda Nomor 9 Tahun 2023 mengatur tentang penyelenggaraan pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai upaya mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai kebangsaan, berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Abdul Rahman Agus menegaskan pentingnya menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi saat ini.

“Pancasila bukan sekadar hafalan atau simbol, tetapi harus menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Melalui Perda ini, kita ingin memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan menjadi karakter masyarakat, khususnya generasi muda di Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan wawasan kebangsaan juga bertujuan membina kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk, baik dari sisi suku, agama, ras, maupun latar belakang sosial budaya.

“Keberagaman adalah kekuatan kita. Dengan pemahaman yang baik tentang Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa menjaga persatuan dan mencegah konflik sosial. Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Abdul Rahman Agus berharap masyarakat semakin memahami substansi Perda dan turut berperan aktif dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab, di mana warga menyampaikan berbagai pandangan terkait pentingnya pendidikan karakter dan penguatan nilai kebangsaan di tingkat desa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *