Temankita.com, Samarinda – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kalimantan Timur menargetkan kemantapan jalan nasional mencapai 90,53 persen pada 2026. Target ini naik 1,79 persen dibanding capaian Semester II Tahun Anggaran 2025 yang berada di angka 88,74 persen.
Wilayah kerja PJN Wilayah II mencakup total panjang ruas 789,95 kilometer dengan 93 unit jembatan sepanjang 2.689,40 meter. Dari total tersebut, 88,74 persen jalan dalam kondisi mantap dan 11,26 persen masih masuk kategori tidak mantap, baik rusak ringan maupun berat.
Kepala Satker PJN Wilayah II BBPJN Kaltim, Viasmudji Iman Srimudjur Bitticaca, menegaskan seluruh ruas tetap ditangani setiap tahun, dengan jenis penanganan yang disesuaikan kondisi dan anggaran.
“Kami menargetkan peningkatan kemantapan sebesar 1,79 persen pada 2026. Penanganan dilakukan sepanjang 789,95 kilometer ruas. Perbedaannya ada pada jenis dan panjang penanganan efektif seperti rekonstruksi, rehab mayor, rehab minor, preventif, hingga penanganan longsoran yang menyesuaikan pagu anggaran,” ujarnya.
Di luar pekerjaan efektif, pemeliharaan rutin tetap dilakukan melalui penutupan lubang, pembersihan drainase, dan pengendalian vegetasi.
Sejumlah paket telah terkontrak sejak Januari–Februari 2026, termasuk penanganan preventif dalam Kota Samarinda, preservasi ruas SP Perdau–Sangkulirang–Akses Pelabuhan Maloy, hingga Gunung Tabur–Usiran–Tanjung Batu.
Dua paket multiyears berbasis SBSN 2025–2027 juga berjalan, yakni rehabilitasi ruas Sambera–Santan–Bontang dan preservasi SP 3 Muara Wahau–Batas Kutim/Berau–Kelay.
Viasmudji mengakui beban angkutan tambang dan sawit, termasuk kendaraan ODOL, menjadi tantangan besar. Namun dengan penguatan pengawasan dan kesiapsiagaan alat berat di 74 titik rawan longsor serta sembilan titik rawan banjir, pihaknya optimistis target tercapai.(Ar)












Leave a Reply