Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur — Dalam rangka mendukung pembangunan pertanian berbasis teknologi dan mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di tingkat lapangan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara (Distanak Kukar) menegaskan komitmennya dalam membina dan memperkuat peran penyuluh swadaya melalui pelatihan berbasis teknologi Internet of Things (IoT).
Pelatihan bertajuk “Smart Farming bagi Penyuluh Swadaya” yang bekerja sama dengan BPVP Samarinda, menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang Distanak Kukar dalam membangun kelembagaan penyuluhan yang adaptif terhadap kemajuan zaman.

Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Surya Irawan, menyampaikan bahwa penyuluh swadaya memiliki posisi strategis dalam proses pembangunan pertanian di tingkat desa.
“Penyuluh swadaya adalah mitra penting. Mereka hadir langsung di tengah petani, dan menjadi penghubung antara inovasi dan praktik lapangan. Maka peningkatan kapasitas mereka baik melalui pelatihan maupun pendampingan adalah sebuah keharusan,” ujar Erwin.
Menurutnya, bimbingan dan pelatihan berbasis teknologi akan terus diberikan secara berkelanjutan setiap tahun, termasuk melalui pemanfaatan sistem digital dan platform pertanian berbasis IoT.
Selain peningkatan kapabilitas teknis, Distanak Kukar juga mendorong penguatan kelembagaan penyuluhan. Salah satunya dengan mendukung penggunaan perangkat teknologi sebagai media edukasi dan diseminasi informasi.
“Kami juga membagikan perangkat Android kepada para penyuluh agar mereka bisa lebih mudah mengakses dan menyampaikan informasi teknologi kepada petani. Dengan itu, mereka tidak hanya menyuluh secara konvensional, tapi juga digital,” jelasnya.
Pemberian perangkat ini diharapkan dapat mempercepat distribusi informasi pertanian dan memperluas jangkauan dampak inovasi kepada kelompok tani secara menyeluruh.
Erwin menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Dinas dalam meningkatkan nilai tambah petani, baik dari sisi budidaya maupun sistem pemeliharaan yang lebih efisien dan presisi.
“Dengan pelatihan ini, penyuluh dapat memperluas wawasan tentang teknologi, lalu menyampaikan kepada petani untuk menciptakan proses bertani yang lebih produktif, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Semua itu akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini bukan kegiatan sekali selesai. Distanak Kukar berkomitmen untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan secara rutin setiap tahun, agar penyuluh swadaya terus mendapatkan pembaruan ilmu dan keterampilan sesuai perkembangan teknologi pertanian.
“Kami ingin menciptakan ekosistem penyuluhan yang progresif. Tidak cukup satu kali. Harus ada keberlanjutan, ada evaluasi, dan ada pengembangan terus-menerus,” pungkasnya.
Leave a Reply