Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak Kukar) terus berupaya mendorong transformasi pertanian menuju arah yang lebih modern dan berkelanjutan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, dengan menyelenggarakan Pelatihan Smart Farming bagi Penyuluh Swadaya.

Pelatihan ini diikuti oleh 60 penyuluh swadaya dari berbagai kecamatan di Kukar, berlangsung selama lima hari di lingkungan BPVP Samarinda. Para peserta diberikan pembekalan langsung terkait teknologi pertanian modern seperti sensor tanah dan cuaca, sistem irigasi otomatis berbasis IoT, serta pengelolaan data pertanian digital.
Menurut Ir. H. Muhammad Taufik, Kepala Dinas Pertanian dan Pertenakan, penyuluh swadaya adalah kunci dalam mendorong perubahan pola pikir dan cara bertani masyarakat. Dengan posisi mereka yang dekat dengan petani dan lingkungan sekitar, para penyuluh dipandang sebagai agen perubahan di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa transformasi pertanian tidak hanya berhenti pada alat atau teknologi, tapi juga pada manusianya. Penyuluh adalah ujung tombak. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka sangat penting,” ujar kepala Distanak Kukar.
Melalui pelatihan ini, Distanak Kukar berharap penyuluh tidak hanya menjadi informan teknis, tetapi juga pendamping yang mampu menerapkan langsung prinsip smart farming di lapangan, serta menularkan pengetahuan itu kepada kelompok tani di wilayahnya masing-masing.
“Kami mendukung dari sisi sarana. Sementara pelatihan sepenuhnya dikelola oleh BPVP Samarinda yang memiliki kapasitas dan pengalaman dalam pelatihan vokasi berbasis teknologi,” tambahnya.
Kombinasi antara penguatan alat dan pelatihan SDM ini menjadi bentuk pendekatan holistik yang diharapkan dapat memberi dampak nyata bagi pertanian di Kukar.
Distanak Kukar menekankan bahwa pelatihan ini bukan merupakan kegiatan seremonial atau simbolis belaka. Lebih dari itu, diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan vokasi, dalam upaya menciptakan ekosistem pertanian yang tangguh dan adaptif.
“Kami tidak ingin berhenti di pelatihan atau penandatanganan MoU. Ini harus berlanjut. Kita butuh proses pendampingan, pelatihan lanjutan, hingga integrasi teknologi yang bisa diterapkan di tingkat desa,” tegasnya
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemkab Kutai Kartanegara dalam menciptakan pertanian berbasis teknologi yang produktif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani melalui pemanfaatan inovasi dan digitalisasi.
Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki misi utama meningkatkan kemandirian, ketahanan, dan kesejahteraan petani melalui peningkatan sarana, sumber daya manusia, dan inovasi teknologi. Sebagai lembaga teknis, Distanak Kukar aktif menjalin sinergi dengan berbagai pihak untuk membangun pertanian masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.
Leave a Reply