Temankita.com, Aceh Tamiang-Komitmen Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto untuk mempercepat pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang resmi direalisasikan. Sebanyak 720 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diterjunkan dalam gelombang kedua guna membersihkan lumpur dan drainase di kawasan permukiman padat penduduk Dusun Satelit Graha BTN, Kampung Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru.

Kehadiran ratusan praja ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan langsung Wamendagri ke lokasi terdampak banjir beberapa waktu lalu. Momen tersebut sempat viral di media sosial saat Bima Arya berjalan di atas lumpur sambil menyapa dan mendengar langsung keluhan warga.
“Insyaallah praja IPDN akan kita tambah lagi,” ujar Bima Arya dalam kunjungannya.
Kasatgas Penanganan Bencana, Brigjen Pol. Ulung Sampurna Jaya, S.IK., M.H., menyampaikan bahwa 720 praja IPDN ditargetkan menuntaskan pembersihan di Dusun Satelit Graha dalam waktu tujuh hari sebelum bergeser ke wilayah lain yang terdampak.
“Hari ini kita turunkan 720 personel praja. Target pembersihan di Dusun Satelit Graha kami upayakan rampung dalam tujuh hari ke depan, kemudian akan bergeser ke lokasi lainnya. Masyarakat Aceh Tamiang harus bangkit, tetap optimis, dan semangat menghadapi situasi ini,” ujarnya kepada awak media , Senin (9/2/2026).

Upaya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku kondisi rumah dan saluran drainase kini mulai membaik.
“Terima kasih praja IPDN. Alhamdulillah rumah kami sudah bersih dibantu oleh para personel. Semoga semua ini menjadi amal ibadah atas kerja keras tanpa pamrih yang dilakukan,” ungkap salah seorang warga.
Koordinasi lapangan turut melibatkan Ketua Himpunan Mahasiswa Aceh Samarinda (HIMAS), Fahrizal S.P., yang juga Ketua IKA Faperta Universitas Mulawarman, bersama Abuavin, tokoh masyarakat sekaligus pemerhati publik. Keduanya aktif berkoordinasi sejak awal penanganan banjir, khususnya di wilayah Satelit Graha BTN yang terdampak cukup parah.
Abuavin mengonfirmasi bahwa pengerahan praja IPDN gelombang kedua telah melalui koordinasi hingga ke tingkat Kementerian Dalam Negeri dan mendapat persetujuan langsung dari Wamendagri.
Fahrizal S.P. menilai langkah pemerintah mengerahkan praja IPDN dalam membantu penanganan banjir merupakan keputusan yang tepat.
“Kami menilai langkah pemerintah dengan mengerahkan praja IPDN dalam membantu penanganan bencana banjir ini sudah sangat tepat. Pemulihan pascabanjir membutuhkan tenaga tambahan yang besar, tentu tidak cukup hanya TNI dan Polri saja. Dengan hadirnya praja IPDN saat ini, sangat membantu masyarakat Aceh, apalagi menjelang bulan Ramadan,” ujar Fahrizal.
Ia juga menyampaikan apresiasi masyarakat perantau Aceh atas dukungan pemerintah pusat.

“Sekali lagi, kami masyarakat perantau Aceh mengucapkan terima kasih kepada praja IPDN yang telah bekerja tanpa lelah membantu warga. Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada Bapak Wamendagri Bima Arya Sugiarto yang telah memberikan dukungan dan mengerahkan praja IPDN, sehingga Aceh bisa lebih cepat pulih dan bangkit kembali,” tutupnya.
Dengan tambahan personel dan alat berat yang dikerahkan, warga berharap proses pemulihan dapat rampung sebelum Ramadan, sehingga mereka dapat kembali menempati rumah masing-masing dengan lebih layak dan aman.












Leave a Reply